Halaman

Sabtu, 30 November 2013

Rel Kereta Bogor - Sukabumi

Volume lalu lintas yang sangat padat beberapa tahun terakhir di jalan raya Bogor - Sukabumi, terutama sepanjang daerah cicurug hingga ciawi yang disebabkan oleh banyaknya kendaraan besar bertonase tinggi pengangkut hasil industri menyebabkan kualitas jalan cepat menurun dan berimbas pada waktu tempuh semua kendaraan di jalur tersebut.

Hal ini membuat warga penglaju bogor - sukabumi kesulitan untuk bepergian. dan pastinya berimbas pada perkembangan kota dan kabupaten Sukabumi sendiri. Bukan hanya aspek ekonomi, banyak sekali sebenarnya potensi wisata di daerah ini yang dapat berkembang JIKA akses jalan ke Sukabumi dapat ditempuh normal dengan asumsi 60 km dalam 1-2 jam.

Seakan terlupakan, ada dua buah batang besi berumur hampir seratus tahun yang luput dari perhatian pemerintah yang sebenarnya bisa menjadi solusi semua ini. ya betul, angkutan rel kereta. mungkin jika sejak dulu angkutan barang hasil industri tersebut diangkut menggunakan kereta, istilah jalan rusak akibat tonase berlebih seharusnya tidak akan terjadi. namun kenyataannya tidak begitu, angkutan truk-truk besar selalu merajai jalanan, dan menghancurkan infrastruktur mahal seperti jalan raya.

Sejak dulu memang angkutan kereta ini tidak menjadi fokus perhatian pemerintah, di jalur ini hanya dioperasikan satu rangkaian KRD relasi bogor - sukabumi, sampai akhirnya pengoperasiannya dihentikan pada tahun 2006 dengan beberapa pertimbangan seperti sarana rel yang tidak terawat dan bisnis yang tidak menguntungkan. [note:banyak penumpang tak bertiket resmi]

KRD bumi Geulis melintas Batutulis
Namun, akhir 2008 silam PT KAI sempat mencoba membuka kembali jalur ini, namun dikarenakan kesiapan armada yang kurang sehingga KRD Bumi Geulis yang melayani jalur ini sering mengalami trouble, sehingga dengan alasan tersebut jalur ini kemudian ditutup kembali. padahal setiap akhir pekan kereta ini selalu dibanjiri penumpang, bahkan bisa dibilang overload karena kadang hanya tersedia 4 kereta yang dijejali penumpang apalagi dulu penjualan tiket tidak dibatasi dan tanpa nomor kursi tempat duduk, bahkan sampai kursi kereta kelas bisnis ini yang harusnya diduduki oleh dua orang tiap kursi harus diisi oleh 3 orang.

status kereta ini saya fikir hanya untuk menjaga aset jalur PT KAI saja, agar fungsi jalurnya tetap terjaga saja tanpa terlalu memikirkan layanan yang diberikan kepada penumpangnya. Seakan bukan menjadi solusi jika dilihat jadwal perjalanannya yang hanya satu kali pulang pergi, subuh dari sukabumi, dan pulang kembali dari bogor pada sore harinya.

Hampir setahun sudah KRD bumi geulis berhenti beroperasi, sampai akhirnya menjelang akhir tahun 2013 terdengar kembali wacana penghidupan jalur kereta ini dengan latar belakang sulitnya mobilisasi warga sukabumi akibat jalan raya yang sudah over capacity.

rencana pengoperasian ini terlihat dengan adanya perbaikan di beberapa titik jalur kereta terutama di petak perlintasan sebidang dengan jalan raya. rel yang tadinya sempat tertutup aspal jalan dibongkar kembali dan di beberapa stasiun dilakukan penggantian rel dan bantalannya.


KLB saat test run jalur sukabumi 
dan akhirnya pada tanggal 9 November 2013 perjalanan pertama KA pangrango dilakukan dari bogor dengan stamformasi kereta. lokomotif CC204 membawa kereta makan bergenset dengan livery batik cikole (KMP3) ditambah 3 kereta kelas ekonomi berpendingin udara plus satu kereta eksekutif. antusiasme warga sangat tinggi dapat dilihat dari jumlah penumpang yang selalu 100% saat weekend. Oleh karena itu PT KAI kemudian menambah satu kereta eksekutif lagi. dan kedepannya direncanakan untuk menambah rangkaian dan menambah rute perjalanan hingga cianjur / bandung. kita lihat saja perkembangannya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar